Membuat Jurnal Harian
Hari ini saya memulai aktivitas dengan membaca ulang ide-ide yang sempat saya catat beberapa hari lalu. Dari sekian banyak pilihan, saya akhirnya menemukan satu topik yang menurut saya paling relevan untuk dijadikan bahan jurnal harian. Setelah itu, saya menyusun garis besar konten agar alur tulisan nantinya tidak berantakan. Begitu kerangka selesai, saya masuk ke dashboard WordPress dan membuat postingan baru. Saya menuliskan jurnal secara lengkap, menambahkan beberapa penjelasan tambahan, lalu melakukan penyuntingan agar bahasanya lebih rapi dan enak dibaca. Saya juga menyisipkan gambar pendukung supaya tampilan jurnal terlihat lebih hidup. Setelah semuanya siap, saya memilih kategori, menambahkan tag yang sesuai, lalu menekan tombol publish.
Begitu tulisan terbit di WordPress, saya berpindah ke Blogspot untuk menggunggah versi lainnya. Saya membuat entri baru, menempelkan isi tulisan yang sudah final, lalu menyesuaikannya karena tampilan editor Blogspot sedikit berbeda. Saya mengecek ulang setiap paragraf, memastikan gambar tidak terpotong dan proporsinya tetap baik, serta mengoptimalkan judul agar lebih menarik perhatian. Setelah melakukan pengecekan terakhir, saya pun mempublikasikannya. Saya kemudian membuka kedua blog tersebut untuk memastikan tampilannya konsisten dan sesuai harapan. Hari ini saya merasa cukup produktif karena berhasil membagikan jurnal di dua platform sekaligus.
Comments
Post a Comment